Kenapa Harus Memilah Sampah?
Baru aja masuk sekolah tugas udah banyak :v kali ini dapet tugas dari guru fisika, disuruh bikin mading tentang adiwiyata. nah kelompokku sepakat untuk membahas masalah "Pemilahan Sampah". Langsung aja ya aku kasih ulasannya :
Sampah adalah sisa-sisa atau buangan dari aktivitas harian kita baik dirumah, pasar, mall dan lain-lain, dan sudah menjadi kewajiban kita setiap individu bertanggungjawab terhadap sampah yang dihasilkan setiap hari tinggal bagaimana kita mengelola dan memanfaatkan sampah, agar dapat dimanfaatkan kembali untuk aktifitas keseharian kita dan alalm semesta ini.
Akibat penanganan individu yang salah terhadap sampah mengakibatkan begitu banyak dampak negatif yang ditimbulkan seperti Banjir, penyakit dan bencana-bencana lain akibat ledakan gas methan (CH4) yang dihasilkan oleh tumpukan sampah.
Bencana datang bukan sekedar ujian dari Allah SWT akan tetapi akibat ulah manusia yang salah dan seenak perutnya mempergunakan alam semesta ini sehingga perilaku kita mengakibatkan ketidak seimbangan alam, mayoritas masyarakat kita sebenar sudah mengetahui hal ini akan tetapi kesadaran dan keinginan untuk memperbaiki sangat rendah, banyak saya melihat masyarakat kita yang berpredikat S1, S2, S3 bahkan seorang profesor pun memperlakukan sampah yang tidak semestinya, banyak juga Alim Ulama yang bahkan mengganggap dan memperlakukan sampah ini tidak sebagaimana mestinya.
Sampah tidak akan berguna bahkan menimbulkan banyak masalah bila bercampur antara yang organik dan anorganik, hari ini menjadi fakta masih banyak masyarakat kita memperlakukan sampah seperti ini, ironis memang padahal memilah sampah dari rumah tidak membutuhkan waktu yang panjang hanya 5 - 10 menit jika hal ini dibiasakan, kita tidak bisa karna tidak biasa memperlakukan sampah dengan baik bahkan menutup sampah yang bercampur tadi kedalam tong sampah hal ini justru menghasilkan bakteri patogen, gas methan, asam sulfida yang membahayakan manusia dan alam semesta, untuk penerapan yang baik anda dapat mengunjungi group Facebook : Proyek Sasra Bau (Sistem Penanganan SampahTerpadu), disitu anda dapat melihat banyak solusi bagaimana mengelola sampah dengan baik, asalkan dimulai dengan memilah sampah dari masing-masing individu
Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan untuk memulai pemilahan sampah dari masing-masing individu penghasil sampah :
1. Pisahkan sampah organik dan an organik ke dalam wadah plastik yang berbeda, untuk yang organik jauhkan dari jangkauan tikus, kucing dan binatang-binatang lain.
2.Untuk Rumah Tangga sampah organik sebaiknya langsung di olah dgn menggunakan keranjang sampah takakura, jauhkan dari air hujan, sinar matahari langsung.
Akibat penanganan individu yang salah terhadap sampah mengakibatkan begitu banyak dampak negatif yang ditimbulkan seperti Banjir, penyakit dan bencana-bencana lain akibat ledakan gas methan (CH4) yang dihasilkan oleh tumpukan sampah.
Bencana datang bukan sekedar ujian dari Allah SWT akan tetapi akibat ulah manusia yang salah dan seenak perutnya mempergunakan alam semesta ini sehingga perilaku kita mengakibatkan ketidak seimbangan alam, mayoritas masyarakat kita sebenar sudah mengetahui hal ini akan tetapi kesadaran dan keinginan untuk memperbaiki sangat rendah, banyak saya melihat masyarakat kita yang berpredikat S1, S2, S3 bahkan seorang profesor pun memperlakukan sampah yang tidak semestinya, banyak juga Alim Ulama yang bahkan mengganggap dan memperlakukan sampah ini tidak sebagaimana mestinya.
Sampah tidak akan berguna bahkan menimbulkan banyak masalah bila bercampur antara yang organik dan anorganik, hari ini menjadi fakta masih banyak masyarakat kita memperlakukan sampah seperti ini, ironis memang padahal memilah sampah dari rumah tidak membutuhkan waktu yang panjang hanya 5 - 10 menit jika hal ini dibiasakan, kita tidak bisa karna tidak biasa memperlakukan sampah dengan baik bahkan menutup sampah yang bercampur tadi kedalam tong sampah hal ini justru menghasilkan bakteri patogen, gas methan, asam sulfida yang membahayakan manusia dan alam semesta, untuk penerapan yang baik anda dapat mengunjungi group Facebook : Proyek Sasra Bau (Sistem Penanganan SampahTerpadu), disitu anda dapat melihat banyak solusi bagaimana mengelola sampah dengan baik, asalkan dimulai dengan memilah sampah dari masing-masing individu
Berikut ini hal-hal yang dapat dilakukan untuk memulai pemilahan sampah dari masing-masing individu penghasil sampah :
1. Pisahkan sampah organik dan an organik ke dalam wadah plastik yang berbeda, untuk yang organik jauhkan dari jangkauan tikus, kucing dan binatang-binatang lain.
2.Untuk Rumah Tangga sampah organik sebaiknya langsung di olah dgn menggunakan keranjang sampah takakura, jauhkan dari air hujan, sinar matahari langsung.
Kenapa Harus Dipisahkan?
- Alasan alamiah
- Alasan pencemaran lingkungan
- Alasan ekonomi
Karakter suatu bahan untuk mengalami degradasi, sehingga berubah menjadi bahan dasarnya atau menjadi bahan lain yang diharapkan bersifat tidak berbahaya, adalah berbeda-beda. Sampah pada dasarnya merupakan bahan yang relatif sudah tidak diperlukan lagi oleh pengguna asalnya, sehingga sampah akan dibuang. Jika dibuang mestinya secara alamiah sampah juga akan mengalami degradasi. Berdasarkan jenis sampahnya, degradasi tersebut akan memerlukan waktu yang ternyata cukup bervariasi berdasarkan jenis sampahnya. Sampah yang terdiri dari berbagai macam jenis, akan memiliki tingkat degradasi yang berbeda-beda tergantung jenisnya. Pada tabel berikut disajikan jenis sampah dan lama waktu yang dibutuhkan untuk dapat menghancurkan jenis sampah tersebut.
Pada tabel berikut disajikan jenis sampah dan lama waktu yang dibutuhkan untuk dapat menghancurkan jenis sampah tersebut.
Pada tabel berikut disajikan jenis sampah dan lama waktu yang dibutuhkan untuk dapat menghancurkan jenis sampah tersebut.
Tabel . Lama waktu dekomposisi sampah berdasarkan jenisnya.
| No | Jenis sampah | Kategori | waktu |
| 1 | Daun, buah, sayuran | Organik | 2-4 minggu |
| 2 | Kertas | Organik | 10-30 hari |
| 3 | Kain katun | Organik | 2-5 bulan |
| 4 | Kayu | Organik | 10-15 tahun |
| 5 | Aluminium, kaleng | Anorganik | 100-500 tahun |
| 6 | Botol, gelas, kaca | Anorganik | > 100 tahun |
| 1 | Kantong plastic, styrofoam | Anorganik | 1000-100.000 tahun |
Dari tabel tersebut dapat dipahami bahwa untuk degradasi bahan-bahan organik seperti daun atau kertas diperlukan waktu yang relatif singkat. Untuk sampah daun hanya diperlukan waktu dalam hitungan minggu atau kertas dalam hitungan bulan. Proses yang terjadi adalah terjadinya degradasi biologis atau pelapukan dengan bantuan berbagai jenis jasad renik. Untuk logam memerukan wkatu lebih lama, karena memerlukan mekanisme kimia berupa reaksi korosi atau pengkaratan. Untuk gelas dan kaca lebih lama lagi karena mungkin kerusakan bahan hanya bisa terjadi secara fisik dan tidak bisa secara kimiawi. Namun hal yang mengejutkan adalah waktu yang diperlukan untuk degradasi sampah jenis plastik. Waktu degradasri ternyata dapat sampai ratusan tahun, padahal plastik termasuk jenis bahan organik. Hal ini dapat dipahami karena plastik merupakan polimer dengan ikatan kimia yang relatif stabil, biasanya diproduksi melalui proses polimerisasi termoseting sehingga bersifat irreversibel untuk kembali menjadi bahan asal.
Dari uraian tersebut dapat dibayangkan apabila sampah dicampur jadi satu dan kemudian ditimbun di TPA. Untuk waktu tertentu, mungkin hanya jenis sampah organik saja yang sudah mengalami degradasi dan yang lainnya masih tetap berbentuk semula. Dengan demikian untuk mengubah semua timbunan sampah, tentu saja diperlukan wkatu samapi ratusan tahun. Hal ini tentua saja akan memerlukan lhat tempat penimbunan yang sangat besar dan tentu saja sangat tidak efisien.
Dari uraian tersebut dapat dibayangkan apabila sampah dicampur jadi satu dan kemudian ditimbun di TPA. Untuk waktu tertentu, mungkin hanya jenis sampah organik saja yang sudah mengalami degradasi dan yang lainnya masih tetap berbentuk semula. Dengan demikian untuk mengubah semua timbunan sampah, tentu saja diperlukan wkatu samapi ratusan tahun. Hal ini tentua saja akan memerlukan lhat tempat penimbunan yang sangat besar dan tentu saja sangat tidak efisien.
Dengan pemisahan sampah kita juga dapat ikut membantu kemungkinan terjadinya risiko pencemaran lingkungan akibat terbuangnya sampah yang mengandung polutan atau bahan berbahaya dan beracun (B3) seperti batere, botol pembasmi serangga, obat kedaluwarsa dan lain-lain. Dengan pemisahan sampah maka beberapa jenis yang diduga mengandung B3 dapat dipilah untuk kemudian ditangani secara khusus.
Berdasarkan beberapa definisi sampah, sampah sebenarnya masih memiliki suatu potensi atau nilai sumber daya, meskipun potensi yang ada ini relatif tidak besar dan tersembunyi. Namun berdasarkan kenyataan, pemanfaatan nilai ekonomis sampah juga dapat menguntungkan, di samping secara bersamaan juga dapat mengurangi biaya untuk pengelolaan sampah tersebut.
Peningkatan nilai ekonomis sampah dapat lebih ditingkatkan dengan menggunakan konsep 3R (reuse, reduce, dan recycle), khususnya reuse dan recycle. Konsepreuse adalah menggunakan kembali suatu barang, jadi akan lebih baik apabila memanfaatkan suatu benda yang masih mungkin untuk digunakan kembali daripada dibuang untuk menjadi sampah. Konsep recycle adalah upaya daur ulang sampah menjadi produk lain yang bermanfaat. Dengan adanya pemilihan sampah maka sampah tidak akan saling bercampur. Hal ini akan memudahkan pihak lain untuk mengambil dan menggunakan suatu jenis sampah dari kumpulan sampah tersebut. Apabila sampah bercampur maka perlu langkah pemisahan. Yang menjadi masalah adalah apabila sampah bercampur dengan sampah organik bersifat basah. Sampah basah cenderung akan mengotori sampah lain dan hal ini berpengaruh terhadap penampakan, bau, tampilan dan lain-lain. Untuk dapat memperoleh jenis sampah tertentu akan susah karena harus dicuci dan dijemur kembali. Dengan adanya pemilahan makan pemanfaatan kembali baik untuk digunakan kembali atau untuk didaur ulang akan lebih mudah.
Sampah kering seperti plastik, gelas, kaca, kaleng atau besi/logam lain dapat langsung diambil untuk ditampung dengan sampah sejenis lainnya. Jenis sampah ini kalau masih dalam keadaan baik, khususnya gelas atau logam, maka mungkin dapat digunakan kembali setelah dicuci bersih. Apabila kondisi sudah rusak maka sampah tersebut dapat didaur ulang. Untuk sampah organik, beberapa jenis jenis sampah khususnya dari sampah dapur atau sampah rumah makan/hotel/warung makan maka dapat ditampung untuk digunakan sebagai makanan ternak babi. Sampah dedaunan atau sampah organik lain secara umum dapat didaur ulang melalui proses pengomposan untuk dijadikan pupuk organik.
Peningkatan nilai ekonomis sampah dapat lebih ditingkatkan dengan menggunakan konsep 3R (reuse, reduce, dan recycle), khususnya reuse dan recycle. Konsepreuse adalah menggunakan kembali suatu barang, jadi akan lebih baik apabila memanfaatkan suatu benda yang masih mungkin untuk digunakan kembali daripada dibuang untuk menjadi sampah. Konsep recycle adalah upaya daur ulang sampah menjadi produk lain yang bermanfaat. Dengan adanya pemilihan sampah maka sampah tidak akan saling bercampur. Hal ini akan memudahkan pihak lain untuk mengambil dan menggunakan suatu jenis sampah dari kumpulan sampah tersebut. Apabila sampah bercampur maka perlu langkah pemisahan. Yang menjadi masalah adalah apabila sampah bercampur dengan sampah organik bersifat basah. Sampah basah cenderung akan mengotori sampah lain dan hal ini berpengaruh terhadap penampakan, bau, tampilan dan lain-lain. Untuk dapat memperoleh jenis sampah tertentu akan susah karena harus dicuci dan dijemur kembali. Dengan adanya pemilahan makan pemanfaatan kembali baik untuk digunakan kembali atau untuk didaur ulang akan lebih mudah.
Sampah kering seperti plastik, gelas, kaca, kaleng atau besi/logam lain dapat langsung diambil untuk ditampung dengan sampah sejenis lainnya. Jenis sampah ini kalau masih dalam keadaan baik, khususnya gelas atau logam, maka mungkin dapat digunakan kembali setelah dicuci bersih. Apabila kondisi sudah rusak maka sampah tersebut dapat didaur ulang. Untuk sampah organik, beberapa jenis jenis sampah khususnya dari sampah dapur atau sampah rumah makan/hotel/warung makan maka dapat ditampung untuk digunakan sebagai makanan ternak babi. Sampah dedaunan atau sampah organik lain secara umum dapat didaur ulang melalui proses pengomposan untuk dijadikan pupuk organik.
Demikian secara umum ada 3 alasan mengapa sampah perlu dipilah-pilah berdasarkan jenisnya. Marilah kita berpartisipasi untuk selalu memilah-milah sampah yang kita hasilkan.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terimakasih atas kunjungan anda jangan lupa tinggalkan komentar. agar kami terus tetap semangat berkarya. :)